Pedesaan Wisata Jogja Rimbun

Pedesaan Wisata Jogja Rimbun
Pedesaan Wisata Jogja Rimbun
Pedesaan Wisata Jogja Rimbun

Pada tahun 2006, Yogyakarta terguncang oleh gempa berkekuatan 6,3 skala Richter. Hampir 6.000 orang tewas, dengan puluhan ribu lainnya terluka dan 135.000 bangunan hancur. Pusat kota terhindar dari kerusakan yang luas, namun di daerah terpencil bukti gempa terlihat bahkan sampai sekarang. Industri pariwisata bangkit kembali dengan kuat dan telah membantu pemulihan ekonomi kota.

Yogyakarta menawarkan banyak penghargaan bagi pelancong, karena itulah ia tetap menjadi tujuan terpopuler di Jawa bagi pengunjung internasional. Ini adalah rumah bagi beberapa orang ramah di planet ini yang sangat ingin berbagi budaya dengan pengunjung, dan ada banyak budaya yang bisa didapat. Kota ini masih menjadi sentra produksi kerajinan tangan dan tekstil tradisional dan memiliki tarian, pertunjukan teater dan pertunjukan wayang kulit Jawa hampir setiap hari dan malam dalam seminggu, bersamaan dengan pertunjukkan seni kontemporer dan budaya kafe hip yang berkembang.

Yogya juga merupakan tempat terbaik untuk menjelajahi kuil Borobudur dan Prambanan yang menakjubkan, yang tidak jauh dari kota. Pedesaan berwarna-warni di sepanjang jalan, dipenuhi sawah, terkadang terlihat terlalu rimbun dan hijau menjadi nyata.

Pusat kota wisata Jogja mudah dinavigasi dan banyak tujuan utama berada dalam jarak berjalan kaki satu sama lain. Jika panasnya terlalu banyak, tidak pernah ada kekurangan pilihan transportasi murah, termasuk becak (becak) yang merupakan bagian khas dari roadshow Yogya.